Abstract
WHO (2014) menyatakan “kesehatan jiwa merupakan keadaan kesejahteraan di mana setiap individu menyadari potensi dirinya, mampu mengatasi tekanan kehidupan, dan dapat bekerja produktif”. Apabila kesehatan jiwa manusia terganggu, dapat memberi pengaruh terhadap persepsi, cara berpikir, suasana hati dan perilaku. Desain bangunan mampu mencegah dan mengurangi gangguan kesehatan jiwa. Metode yang digunakan salah satunya adalah desain Biophilic, yang menjelaskan bahwa biologis manusia memiliki kecenderungan terhadap alam yang berperan mempengaruhi kesehatan jiwa pengguna bangunan atau ruang. Desain Biophilic adalah cara inovatif merancang bangunan yang bertujuan untuk menciptakan ruang hidup yang sehat dan berpengaruh baik bagi kesehatan jiwa, baik secara langsung, tidak langsung, maupun simbolik terhadap persepsi, cara berpikir, suasana hati dan perilaku pengguna bangunan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh elemen Environmental features pada Desain Biophilic terhadap kesehatan jiwa pengguna bangunan dan berharap dapat diterapkan pada bangunan di Indonesia karena dapat memberikan dampak positif.
Cite
CITATION STYLE
Putri, D. D. G. (2019). PENGARUH ELEMEN ENVIRONMENTAL FEATURES PADA DESAIN BIOPHILIC TERHADAP KESEHATAN JIWA PENGGUNA BANGUNAN. Prosiding Seminar Intelektual Muda, 1(2). https://doi.org/10.25105/psia.v1i2.6617
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.