SINGAPORE-AUSTRALIA DIGITAL ECONOMY AGREEMENT (SADEA) SEBAGAI INSTRUMEN PENINGKATAN KERJA SAMA EKONOMI DIGITAL SINGAPURA DAN AUSTRALIA TAHUN 2020

  • Usi Alfiani Nur
  • Alena Alenka
  • Jihan Nadra Liani
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
20Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis alasan Australia menyepakati Singapore-Australia Digital Economy Agreement (SADEA) pada tahun 2020. Dengan menggunakan perspektif teori liberalisme, penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang mendorong Australia untuk meningkatkan kerja sama ekonomi digital dengan Singapura. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis mendalam terhadap studi pustaka yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Australia dan Singapura memiliki pertumbuhan ekonomi digital yang signifikan, didorong oleh berbagai sektor seperti e-commerce, fintech, dan layanan digital. SADEA merupakan langkah strategis untuk memperdalam kerja sama digital kedua negara, memperkuat integrasi ekonomi, serta meningkatkan daya saing di tingkat regional dan global. SADEA dapat menjadi instrumen penting bagi Australia dan Singapura dalam mengembangkan kerja sama ekonomi digital yang saling menguntungkan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Usi Alfiani Nur, Alena Alenka, Jihan Nadra Liani, Dudy Heryadi, & Deasy Silvya Sari. (2024). SINGAPORE-AUSTRALIA DIGITAL ECONOMY AGREEMENT (SADEA) SEBAGAI INSTRUMEN PENINGKATAN KERJA SAMA EKONOMI DIGITAL SINGAPURA DAN AUSTRALIA TAHUN 2020. Indonesian Journal of International Relations, 8(2), 526–544. https://doi.org/10.32787/ijir.v8i2.589

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free