Erotika dari Pameran Bersama Delapan Perupa

  • Asmudjo J. Irianto
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Seni erotis atau erotika bukan genre yang cukup populer dalam seni rupa modern dan kontemporer Indonesia. Ada beberapa pelukis angkatan lama, seperti Basoeki Abdullah yang kerap melukis wanita telanjang, Affandi juga menghasilkan beberapa lukisan persetubuhan. Tahun 80-an Mochtar Apin cukup intens melukis wanita telanjang. Belakangan yang cukup sering melukis figur telanjang adalah Hendrik Lawrence dan Syakieb Sungkar. Namun secara keseluruhan Asmudjo J. Irianto melihat seni erotis memang tidak terlampau menonjol, dalam seni rupa kontemporer Indonesia. Memang tidak mudah menetapkan pengertian seni erotis. Seni erotis membutuhkan justifikasi estetik dalam menggambarkan seksualitas. Seringkali justifikasi estetik ini yang dipakai untuk membedakan antara seni erotis dengan pornografi, yang sama-sama merepresentasikan seksualitas. Namun justifikasi estetik juga bukan hal yang mudah untuk ditetapkan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Asmudjo J. Irianto. (2022). Erotika dari Pameran Bersama Delapan Perupa. Dekonstruksi, 9(01), 77–82. https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v9i01.135

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free