Stigma terhadap Perempuan Korban Kekerasan Seksual

  • Rukman R
  • Huriani Y
  • Shamsu L
N/ACitations
Citations of this article
275Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Stigma terhadap perempuan yang mengalami kekerasan seksual tidak hanya menimbulkan penderitaan fisik, namun juga berdampak negatif pada gangguan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman perempuan yang mengalami kekerasan seksual di Desa Danosari Desa Pulosari. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi tiga topik, yaitu pengalaman terkait stigma terhadap identitas perempuan korban kekerasan seksual; Gangguan psikologis akibat stigma terhadap perempuan korban kekerasan seksual dan cara mengatasi stigma dan gangguan psikologis. Peserta dianggap sebagai perempuan yang tercemar, tidak mampu menjaga harkat dan martabat perempuan dan keluarganya. Pengalaman stigma telah mempengaruhi kondisi psikologis perempuan korban kekerasan seksual, yaitu perasaan rendah diri, trauma, dan keinginan untuk bunuh diri. Dalam menangani gangguan psikologis akibat stigma dan upaya mengatasinya, para partisipan dalam penelitian ini menerapkan strategi untuk menjaga rasa positif identitas sebagai perempuan korban kekerasan seksual, antara lain: menafsirkan kembali peristiwa yang menimpa mereka dengan lebih positif, menghindari situasi yang menimbulkan stigma, dan menerima apa yang menimpa dirinya sebagai takdir Tuhan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rukman, R., Huriani, Y., & Shamsu, L. S. binti H. (2023). Stigma terhadap Perempuan Korban Kekerasan Seksual. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 3(3), 447–454. https://doi.org/10.15575/jis.v3i3.29853

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free