Abstract
Peran dalam mengasuh biasanya dilakukan oleh ibu, akan tetapi kehadiran anak berkebutuhan khusus dalam keluarga dapat memunculkan keinginan ayah untuk ikut terlibat dalam kegiatan pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami, mengeksplorasi dan mendeskripsikan pengalaman ayah dalam mengasuh tunanetra. Penelitian ini melibatkan tiga orang ayah yang dipilih memakai teknik purposive sampling dengan kriteria, yaitu ayah bekerja dan memiliki anak tunanetra yang mengalami kebutaan total (totally blind) sejak lahir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologis dengan teknik analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa dukungan keluarga menjadi penguat ayah dalam menerima ketunanetraan anak. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan juga terlihat dari cara ayah mengajarkan anak kedisiplinan dan kemandirian serta dukungan terhadap pengembangan bakat anak. Selain itu, muncul perbedaan hubungan antara ayah dengan anak perempuan dan laki-laki terlihat dari aktivitas yang dilakukan bersama. Penelitian ini memunculkan dua tema induk, yaitu (1) dinamika penerimaan, dan (2) dinamika pengasuhan.
Cite
CITATION STYLE
Febriyani, A., & Kahija, Y. F. L. (2022). PENGALAMAN AYAH DALAM MENGASUH TUNANETRA: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS. Jurnal EMPATI, 11(6), 368–374. https://doi.org/10.14710/empati.0.36824
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.