Modal sosial dan Desa Wisata: Jejaring BUMDes dalam Mengelola Wisata Lembah Pulutan Kabupaten Gunung Kidul

  • Muhammad Rezki
  • Anggara D
N/ACitations
Citations of this article
33Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sumber daya dalam modal sosial bukan dalam bentuk materi, keterampilan atau barang melainkan relasi sosial. Relasi sosial tidak berarti jika tidak memberikan manfaat bagi para aktor. Bukan seberapa banyak relasi sosial tetapi seberapa efektif relasi sosial terutama dalam memberdayakan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji jejaring BUMDes dalam mengelola wisata lembah desa Pulutan Kabupaten Gunungkidul. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan modal sosial. Peneliti mewawancarai pihak-pihak terkait seperti BUMDes, Pedagang dan pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak BUMDes memiliki jaringan yang efektif dengan pedagang walaupun ada peluang untuk mendatangkan investor. Relasi antara BUMDes dan Pedagang merupakan relasi kemitraan. Jaringan ini diperkuat dengan keyakinan dan norma. Keyakinan bahwa wisata lembah viral karena doa dari pedagang dan reputasi pengelola sebagai orang yang dapat dipercaya. Norma kedua aktor terlihat dalam konsep teh poci gratis. Ini sejalan bahwa pembangunan bukan hanya akses ke sumber daya dan peningkatan kesejahteraan melainkan juga masyarakat selaku subjek pembangunan memperoleh manfaat sosial dan ekonomi dari pembangunan terutama pembangunan desa wisata.

Cite

CITATION STYLE

APA

Muhammad Rezki, & Anggara, D. S. (2023). Modal sosial dan Desa Wisata: Jejaring BUMDes dalam Mengelola Wisata Lembah Pulutan Kabupaten Gunung Kidul. ICODEV: Indonesian Community Development Journal, 4(1), 1–8. https://doi.org/10.24090/icodev.v4i1.7986

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free