Abstract
Langkah awal pencegahan penularan secara vertikal adalah dengan mengetahui status HBsAg ibu hamil. Untuk memutus mata rantai penularan hepatitis B dari ibu ke bayi, tenaga kesehatan berperan penting dalam hal ini, terutama bidan. Karena bidan adalah tenaga kesehatan yang paling dekat dengan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan kejadian HBsAg positif. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan pendekatan case control dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel berjumlah 80 orang ibu hamil, dengan jumlah 40 orang dari kelompok kasus dan 40 orang dari kelompok kontrol dengan perbandingan 1:1. Instrumen penelitian terdiri dari kuisioner deteksi dini ibu hamil pada setiap pengambilan sampel darah ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kerakteristik ibu hamil berdasarkan lingkungan, banyaknya pasangan seks, dan riwayat imunisasi hepatitis B dengan kejadian HBsSg positif di wilayah Kecamatan Taktakan Kota Serang (nilai Sig < 0.05). Terdapat hubungan antara kerakteristik ibu hamil berdasarkan lingkungan, banyaknya pasangan seks, dan riwayat imunisasi hepatitis B dengan kejadian HBsSg positif.
Cite
CITATION STYLE
Andriana, D., & Yuningsih, S. S. (2023). HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN HBsAg REAKTIF DI WILAYAH KECAMATAN TAKTAKAN KOTA SERANG PROVINSI BANTEN TAHUN 2022. Jurnal Ners, 7(1), 80–87. https://doi.org/10.31004/jn.v7i1.11391
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.