Abstract
Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki fungsi krusial dalam kehidupan di perkotaan, yaitu sebagai pembersih udara yang sangat efektif, terutama untuk menyerap emisi CO2dari kendaraan bermotor. Surabaya sebagai kota niaga memiliki arus pergerakan orang barang dan jasa yang tinggi, salah satunya dikoridor Jalan Tandes –Benowo. Jalan ini seringkali ramai dipadati oleh berbagai jenis kendaraan bermotorpada jam sibuk. Padatnyakendaraan bermotor inimenimbulkan akumulasi emisi CO2yang besar di lokasi studi. Emisi CO2dalam jumlah besar ini menimbulkan banyak kerugian bagi manusia dan lingkungan. Sebuah solusi diperlukan agar permasalahan yang ditimbulkan oleh emisi CO2kendaraan bermotor ini dapat diatasi dengan baik.Studi ini bertujuan untuk menganalisiskebutuhanpenyediaan RTH guna menyerap emisi CO2kendaraan bermotor di kawasan studiUntuk mencapai tujuan tersebut,terdapat beberapa sasaran yang perlu dicapai yaitu; menghitung jumlah Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) di koridor studi. Selanjutnya setelah diketahui jumlah LHR, dilakukan perhitugan emisi CO2yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor dengan bantuan perangkat lunak Mobilev. Setelah diketahui timbulan emisi CO2kendaraan bermotor yang dihasilkan, selanjutnya dihitung kebutuhan penyediaan RTH untuk menyerap emisi CO2kendaraan bermotor di kawasan studi.Berdasarkan hasil perhitungan, terdapat 248,00 kg CO2 dihasilkan oleh kendaraan bermotor per jam-nya pada jam puncak. Dengan timbulan emisi CO2sedemikian rupa, RTH publik eksisting di kawasan studi dapat menyerap sebesar 39,87 kg CO2. Untuk menyerap sisa emisi CO2yang ada, diperlukan penyediaan 1,60 hektarelahan untuk RTH baru.
Cite
CITATION STYLE
Ma’arif, A. (2016). Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Untuk Menyerap Emisi CO2 Kendaraan Bermotor Di Surabaya (Studi Kasus: Koridor Jalan Tandes Hingga Benowo). Jurnal Teknik ITS, 5(2). https://doi.org/10.12962/j23373539.v5i2.18853
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.