Abstract
Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati dengan kandungan zat alaminya yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal di Indonesia. Banyak tanaman tradisional sering digunakan masyarakat dalam mengatasi permasalahan kesehatan, salah satunya yaitu kunyit putih (Curcuma zedoaria). Untuk memenuhi persyaratan keamanan, manfaat, dan standarisasi, ekstrak kunyit putih perlu diuji toksisitas untuk memperkirakan derajat kerusakan yang terjadi pada ginjal. Uji toksisitas akut pada penelitian ini menggunakan tikus Wistar jantan, dibagi ke dalam enam kelompok perlakuan, kemudian diamati gejala toksisitas dalam 24 jam dan dicatat jumlah tikus yang mati. Organ ginjal diambil pada hari ke-15 untuk pengamatan histopatologi. Hasil uji toksisitas akut ekstrak kunyit putih menunjukkan tidak menyebabkan kematian pada tikus, sehingga nilai LD50 semu pada ekstrak kunyit putih adalah >2000 mg/kgBB dengan kriteria praktis tidak toksik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan yang signifikan pada histopatologi ginjal seperti pelebaran ruang Bowman dan degenerasi sel tubulus pada dosis ekstrak kunyit putih 2000 mg/kgBB dengan kelompok lainnya (p = 0,315).Â
Cite
CITATION STYLE
Gani, J. O., Wardhani, F. M., & Tandanu, E. (2022). UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria) PADA GINJAL TIKUS WISTAR JANTAN. Majalah Kesehatan, 8(4), 192–198. https://doi.org/10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.04.2
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.