Abstract
Studi tentang baterai sekunder polianilina(PAni)|Zn telah banyak dikembangkan, tetapi sejauh ini masih belum ada penjelasan mengenai pengaruh asam terhadap kinerja baterai tersebut. PAni disitensis menggunakan metoda elektrodeposisi dengan tegangan 0,7 V selama 30 menit. PAni hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan Voltammetri dan Spektroskopi Inframerah. Baterai PAni|Zn didesain dalam bentuk sandwich, kemudian pengukuran kinerja digunakan impedansi serta pengisian-pengosongan. Baterai dengan elektroda PAni-Cl dan PAni-Br mempunyai kinerja yang lebih baik dengan specific capacity saat ke-60 yaitu 55,4 dan 37,4 mAh g -1. Pengukuran impedansi pada baterai dengan elektroda PAni-Cl, PAni-Br, dan PAni HClO 4, menunjukan resistance solution (R s) secara berurutan yaitu 1,38; 2,56; dan 3,03 W dan resistance charge transfer (R ct) 2,24; 2,97; dan 7,71 W. Oleh sebab itu, baterai PAni|Zn dengan dopan HCl menunjukkan kinerja terbaik dibanding dengan asam yang lain.
Cite
CITATION STYLE
Akbar, S. A., Suendo, V., & Rochliadi, A. (2020). Pengaruh Variasi Dopan Asam Terhadap Kinerja Baterai Sekunder Polianilina|Zn. CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, 3(1), 21. https://doi.org/10.25273/cheesa.v3i1.6702
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.