Abstract
Kekerasan dalam rumah tangga merupakan faktor signifikan yang dapat merusak kesehatan mental remaja, serta meningkatkan risiko munculnya gejala depresi yang berujung pada ide bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara tingkat depresi dan ide bunuh diri pada remaja yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional bivariat cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 99 remaja berusia 17–20 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen Beck Depression Inventory-Second Edition (BDI-II, α = 0,738) dan Scale for Suicide Ideation (α = 0,751). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara tingkat depresi dan ide bunuh diri (r = 0,672; p < 0,01). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat depresi yang dialami remaja, semakin besar kecenderungan mereka memiliki ide bunuh diri. Implikasi dari hasil ini menekankan pentingnya intervensi kesehatan mental yang menyeluruh dan kolaboratif dengan melibatkan peran keluarga, institusi pendidikan, serta dukungan kebijakan dari pemerintah untuk mencegah dampak psikologis yang lebih serius pada remaja korban kekerasan dalam rumah tangga..
Cite
CITATION STYLE
Paskah, Y. G., & Huwae, A. (2024). Hidup dalam Kurungan Trauma: Studi Tingkat Depresi dan Ide Bunuh Diri pada Remaja yang Mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha, 15(3), 388–396. https://doi.org/10.23887/jibk.v15i3.87322
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.