ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KEAKTIFAN PEUGAS PEMANTAU JENTIK DALAM UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DI KABUPATEN TANGERANG

  • Wahidin W
N/ACitations
Citations of this article
26Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kabupaten Tangerang termasuk endemis DBD dari 29 kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang hampir separuhnya terjadi kasus Demam berdarah, pada tahun  2016  Kabupaten  ini  terjadi  KLB  DBD  sehingga  Pemerintah  Daerah mengerahkan Petugas Pemantau Jentik dalam jumlah yang cukup banyak. Paneitian ini dilakukan di Kabupaten Tangerang bertujuan mengetahui sekaligus menganalisis faktor-faktor keaktifan petugas Pemantau Jentik dalam pengendalian DBD, penelitian menggunakan metode survai analitik dengan quisioneer sebagai instrument utama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor keaktifan petugas dalam pengendalian DBD di Kabupaten Tangerang sudah berjalan cukup baik, ditemukan faktor yang secara dominan memengaruhi Keaktifan petugas Pemantau Jentik, faktor tersebut adalah sistem kepemimpinan sebesar 41,4%,   pengetahuan petugas 26,9%, dukungan keluarga 18,8% dan motipasi pribadi sebesar 13,3%. .Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi keaktifan petugas pemantau jentik di Kabupaten Tangerang terdiri dari sistem kepemimpinan, pengetahuan petugas, dukungan keluarga dan motipasi pribadi sedangkan faktor dominan yang memengaruhi petugas pemantau jentik adalah sistem kepemimpinan dan pengetahuan petugas.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wahidin, W. (2018). ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KEAKTIFAN PEUGAS PEMANTAU JENTIK DALAM UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DI KABUPATEN TANGERANG. Jurnal JKFT, 3(1), 1. https://doi.org/10.31000/jkft.v3i1.1013

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free