Prosedur Pewarisan dan Penciptaan Sastra Lisan Tanduk Masyarakat Adat Genaharjo Kabupaten Tuban

  • Suantoko S
N/ACitations
Citations of this article
21Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk memahami prosedur pewarisan dan proses penciptaan sastra lisan Tanduk masyarakat adat Genaharjo Kabupaten Tuban. Teori yang digunakan dalam penelitian yang dimaksud adalah teori struktur naratif Parry-Lord. Melalui teori tersebut, dapat dipahami bahwa prosedur pewarisan sastra lisan Tanduk tidak dilakukan dalam bentuk pendidikan formal seperti pewarisan penyair Yugoslavia. Pewarisan sastra lisan Tanduk dilakukan dengan cara ketiban sampur yaitu orang-orang yang dipilih berdasarkan seleksi alam sesuai dengan kehendak Sang Pencipta. Tukang Tanduk pemula hanya bertanya kepada tukang tanduk yang lebih senior. Pertanyaan paling inti yaitu tentang bermacam-macam Tanduk disesuaikan dengan tokoh yang dihormati dalam penampilan. Proses penciptaan sastra lisan Tanduk dilakukan secara spontan ketika tukang tanduk berhadapan langsung dengan tumpeng. Tukang tanduk tidak memiliki persiapan khusus dan tidak menghafal. Ia hanya mengingat-ingat formula kunci dalam penampilan sastra lisan Tanduk.

Cite

CITATION STYLE

APA

Suantoko, S. (2019). Prosedur Pewarisan dan Penciptaan Sastra Lisan Tanduk Masyarakat Adat Genaharjo Kabupaten Tuban. JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia), 4(2), 99. https://doi.org/10.26737/jp-bsi.v4i2.906

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free