Couple Therapy pada Pasangan Infertil yang Melakukan In Vitro Fertilization (IVF)

  • Sinaga D
  • Mahajudin M
N/ACitations
Citations of this article
25Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Infertilitas adalah suatu kondisi dimana perempuan dan laki-laki berhubungan seksual secara rutin minimal 1 tahun atau lebih tanpa menjadi hamil.Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai reaksi emosi yang dapat mempengaruhi hubungan suami istri.Ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan, baik secara fisik maupun psikologis.Secara fisik dapat dilakukan In Vitro Fertilization (IVF).Prosedur IVF ternyata menimbulkan beban psikologis pada pasangan, sehingga diperlukan intervensi psikologis, yang salah satunya dengan couple therapy.Couple therapy bertujuan untuk membantu pasangan memperoleh pengertian yang lebih baik tentang diri mereka sendiri dan pasangannya, serta menolong pasangan untuk mengungkapkan reaksi emosi mereka dengan komunikasi yang baik dan penerimaan terhadap kondisi pasangannya.Ada beberapa pendekatan couple therapy yang dapat dilakukan, diantaranya Emotionally Focused Therapy (EFT) dan Solution Focused Therapy (SFT).Diharapkan dengan dilakukannya intervensi couple therapy sebelum, selama dan setelah prosedur IVF ini, dapat meningkatkan keberhasilan kehamilan sekaligus mencegah kekecewaan dan masalah psikologis akibat kegagalan prosedur IVF.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sinaga, D. E., & Mahajudin, M. S. (2017). Couple Therapy pada Pasangan Infertil yang Melakukan In Vitro Fertilization (IVF). Jurnal Psikiatri Surabaya, 6(1), 12. https://doi.org/10.20473/jps.v6i1.19105

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free