Abstract
Kenaikan upah minimum selalu menarik untuk dihubungkan dengan fenomena dalam pasar kerja, keputusan untuk masuk pasar kerja, kemungkinan angkatan kerja memperoleh pekerjaan hingga kemungkinan pekerja untuk diberhentikan dari pekerjaan sebagai akibat kenaikan upah minimum. Paper ini berusaha melihat dampak kenaikan upah minimum di wilayah Jabodetabek pada tingkat kenaikan tertinggi pada tahun 2013 dan terendah pada tahun 2015. Analisis empiris menggunakan data mikro Sakernas diperoleh bahwa pada saat kenaikan upah minimum yang tinggi pada tahun 2013 yang mencapai rata-rata 48,10% meningkatkan kemungkinan seseorang untuk masuk ke dalam pasar kerja, menurunkan kemungkinan seseorang untuk bekerja dan meningkatkan risiko PHK. Hasil sebaliknya ditunjukkan pada saat rezim kenaikan upah minimum rendah pada tahun 2015, yang menurunkan minat seseorang masuk pasar kerja, dan meningkatkan kemungkinan bekerja. Satu-satunya yang sama pada kedua rezim adalah risiko PHK yang tetap meningkat.
Cite
CITATION STYLE
Gunawan, B. T., & Kurniawati, A. (2017). PENGARUH UPAH MINIMUM TERHADAP TRANSISI INDIVIDU DALAM PASAR KERJA. Jurnal Riset Ekonomi Dan Manajemen, 17(1), 101. https://doi.org/10.17970/jrem.17.170108.id
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.