Abstract
SARI Metode pengukuran logging geofisika merupakan salah satu metode geofisika yang biasa digunakan untuk melihat potensi penyebaran lapisan tanah atau batuan secara vertikal yang merupakan lapisan pembawa air tanah (akuifer) atau bukan lapisan pembawa air yang dilakukan setelah kegiatan pemboran. Tujuannya yaitu untuk mengetahui gambaran vertikal sekitar lubang bor dari hasil pengukuran logging geofisika. Penelitian dilakukan di daerah Pacciro Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru. Metode logging geofisika yang digunakan yaitu metode electrical logging baik itu metode resistvitas (tahanan jenis) maupun self potential (SP). Alat yang digunakan dalam pengukuran electrical logging yaitu mini logger Naniura Model ND 112 P. Adapun data-data yang digunakan yaitu nilai tahanan jenis (resistivitas) dan nilai potensial dari material sekitar lubang bor yang hasil akhirnya menunjukkan kurva kuantitas dari nilai tahanan jenis dan potensial. Dari kurva tersebut maka dapat diinterpretasi lapisan tanah dan batuan sekitar lubang. Hasil penelitian menunjukkan pada kedalaman 0-2 m merupakan tanah penutup (top soil), kedalaman 2-11 m merupakan pasir lanauan, kedalaman 11-18 m merupakan lempung pasiran, kedalaman 18-22 m merupakan pasir lempungan, kedalaman 22-35 m merupakan lapisan tufa pasiran, kedalaman 35-39 m merupakan lapisan tufa agak halus, kedalaman 39-49 m merupakan lapisan tufa pasiran, kedalaman 49-53 m merupakan lapisan tufa kasar, kedalaman 53-61 m merupakan lapisan tufa, kedalaman 61-68 m merupakan lapisan tufa. Kata Kunci: logging Geofisika, electrical logging, resistivitas, self potensial (SP). ABSTRACT Geophysical logging measurement method is a geophysical method that is used to look at the potential spread of soil or rock layers vertically which is a carrier layer of groundwater (aquifers) or not water carrier layer made after drilling. The goal is to determine the vertical picture around the drill hole of the measurement geophysical logging results.The study was conducted in the area Pacciro Balusu sub-district, Barru district. Geophysical logging method used is the electrical logging method either method resistivity and self potential (SP). The tools used in the measurement of electrical logging mini logger Naniura Model ND 112 P. The data used is the value of resistivity (resistivity) and the potential value of material surrounding a borehole that is the end result shows the curve of the quantity of resistivity value and potential. From these curves, it can be interpreted in a layer of soil and rock around the hole. The results showed a depth of 0-2 m of overburden(topsoil),a depth of 2-11 m is a silty sand, the depth of 11-18 m is a sandy loam, a depth of 18-22 m is a silty sand, the depth of 22-35 m is sandy tuff layer, the depth of 35-39 m represents a layer of tufa somewhat subtle, the depth of 39-49 m represents a layer of sandy tuffs, a depth of 49-53 m represents a layer of coarse tuff, a depth of 53-61 m represents a layer of tufa, a depth of 61-68 m is tufa layer.
Cite
CITATION STYLE
Prasetyawati Umar, E., & Agung Setiawan, M. R. (2017). PENGUKURAN ELECTRICAL LOGGING PADA PEMBORAN AIR TANAH DALAM DI DAERAH PACCIRO KECAMATAN BALUSU KABUPATEN BARRU. Jurnal Geomine, 5(2). https://doi.org/10.33536/jg.v5i2.133
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.