Abstract
Namaku Alam by Leila S. Chudori holds an important position as a novel that not only portrays the dark history of the nation, especially the 1965 political tragedy and its long legacy. This novel highlights the discrimination and struggles of female characters wrapped in trauma and social stigma. Amidst pressure and injustice, the female characters in Namaku Alam is not silent. They refuse to submit and be passive as women who are also victims. They speak out and create space to exist. This study aims to describe the problems of women's existence in the novel Namaku Alam by Leila S. Chudori. The research method used is descriptive qualitative with an existentialist feminist perspective. The data collection technique applied is documentation. The data obtained were analyzed using content analysis techniques based on existentialist feminist theory. The results of the study show that the female characters in the novel Namaku Alam, namely Ibu, Kenanga, and Bulan, play an active role in three important areas: work, intellectualism, and fighting for social transformation. These female characters are able to show their existence even though they are from families considered traitors to the state. Namaku Alam karya Leila S. Chudori menempati posisi penting sebagai novel yang tidak hanya memotret sejarah gelap bangsa, khususnya tragedi politik 1965 dan warisan panjang yang menyertainya. Novel ini banyak menyoroti diskriminasi dan perjuangan tokoh perempuan dalam balutan trauma dan stigma sosial. Dalam tekanan dan ketidakadilan, tokoh-tokoh perempuan dalam Namaku Alam tidak diam. Mereka menolak tunduk dan pasif sebagai perempuan yang juga sebagai korban. Mereka bersuara dan membuka ruang untuk eksis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan eksistensi perempuan di dalam novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tinjauan feminisme eksistensialis. Teknik pengumpulan data yang diaplikasikan adalah dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi berdasarkan teori feminisme eksistensialis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan dalam novel Namaku Alam, yakni Ibu, Kenanga, dan Bulan, berperan aktif dalam tiga ranah penting: bekerja, berintelektual, dan berjuang untuk transformasi sosial. Tokoh-tokoh perempuan tersebut mampu menunjukkan eksistensi diri meskipun mereka adalah keluarga yang dianggap sebagai pengkhianat negara.
Cite
CITATION STYLE
Anantama, M. D., Prasetya, R. A., Sumarta, I. W. A., Putri, A. S., & Jannah, O. K. (2025). PERJUANGAN PEREMPUAN MENUJU EKSISTENSI DIRI DALAM NOVEL NAMAKU ALAM KARYA LEILA S CHUDORI. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 13(2), 1187–1200. https://doi.org/10.23960/simbol.v13i2.1082
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.