Abstract
Broken home atau kasus perceraian orang tua memiliki korelasi yang terhadap kondisi psikologis anak korban perceraian orang tua sehingga Anak broken home home sering kali menjadi troublemaker, emosian, kesepian. Perceraian orang tua menjadi salah satu perasaan yang traumatis bagi seorang anak, untuk beberapa individu ia mampu melewati dan mengaktualisasi dirinya menjadi yang lebih baik dan mampu mengembangkan diri atau sering yang disebut Post Traumatic Growth. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran PTG pada remaja akhir pasca perceraian orang tua. Setelah dilaksanakan penelitian narasumber mampu mencapai PTG ketika memasuki masa remaja akhir yang dipengaruhi oleh faktor internal (dorongan dari dalam diri, motivasi hidup dan spiritual) dan faktor eksternal (pengaruh lingkungan dan dukungan sosial dari teman dan saudara). Dari hasil penelitian tersebut ternyata faktor internal menjadi salah satu faktor yang paling mempengaruhi timbulnya PTG pada narasumber tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.
Cite
CITATION STYLE
Aulia Agustina, Naya Dwi Oktavia, Anita Miranti, Anisa Juniarti, & Ilham Akbar. (2023). Hubungan Anak Broken Home Terhadap Post Traumatic Growth. Proceeding Conference On Psychology and Behavioral Sciences, 2(1), 53–61. https://doi.org/10.61994/cpbs.v2i1.41
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.