Abstract
Obesitas terjadi karena adanya ketidakseimbangan energi. Akhir-akhir ini, prevalensi obesitas semakin meningkat karena adanya perubahan gaya hidup, termasuk pada anak. Prevalensi obesitas pada anak usia sekolah dasar di Jakarta mencapai 14% pada tahun 2013. Obesitas dapat menyebabkan berbagai macam gangguan, salah satunya adalah gangguan tidur. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan gangguan tidur pada siswa sekolah dasar. Desain studi yang digunakan adalah studi analitik dengan metode cross sectional (potong lintang). Responden diukur berat badan dan tinggi badan kemudian dimasukkan dalam growth chart untuk penentuan obesitas, sedangkan Sleep Disturbance Scale for Children (SDSC) digunakan untuk mengetahui adanya gangguan tidur. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan uji chi-square. Responden berjumlah 103 anak dengan 43 (41,7%) laki-laki dan 60 (58,3%) perempuan dengan rata-rata usia 9 tahun. Sebanyak 59 (57,3%) anak memiliki gangguan tidur dan 44 (42,7%) anak tidak memiliki gangguan tidur. Indeks Massa Tubuh responden terdapat obesitas 38 (36,9%) anak dan tidak obesitas 65 (63,1%) anak. Studi ini menunjukan terdapat hubungan antara obesitas dengan gangguan tidur dengan nilai p=0,031 (p<0,05) dengan Prevalence Ratio (PR) sebesar 1,45.
Cite
CITATION STYLE
Firdaus, A., & Mantu, M. R. (2020). Hubungan obesitas dengan gangguan tidur pada siswa SD Islam Al-Abrar Jakarta Pusat. Tarumanagara Medical Journal, 2(2), 211–219. https://doi.org/10.24912/tmj.v3i1.9720
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.