Abstract
Pemerintah daerah memiliki peran sebagai pelaksana kebijakan pusat di tingkat lokal dan diberi kewenangan untuk menjalankan pembangunan melalui mekanisme desentralisasi. Desentralisasi memberikan otonomi kepada daerah agar dapat mengatur dan mengelola wilayahnya berdasarkan kondisi sosial, budaya, serta ekonomi yang khas. Salah satu bentuk desentralisasi tersebut adalah desentralisasi fiskal, yaitu pemberian hak untuk pemda dalam mengatur keuangannya secara mandiri. Penelitian ini akan mengevaluasi pengaruh desentralisasi fiskal, pertumbuhan ekonomi, dan IPM, terhadap tingkat kemiskinan di 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah selama tahun 2020 hingga 2023. Analisis dilakukan menggunakan metode Random Effect Model (REM), yang dipilih berdasarkan hasil uji Chow dan Hausman karena mampu menangani keragaman dalam data panel. Didapat bahwa tiga variabel tersebut memiliki dampak signifikan terhadap tingkat kemiskinan, sehingga dapat dijadikan landasan dalam upaya penanggulangan kemiskinan di tingkat daerah.
Cite
CITATION STYLE
Pramana, A. S., Putra, J. P., & Rusydiana, M. (2025). Dampak Derajat Desentralisasi Fiskal Terhadap Kemiskinan pada Daerah di Provinsi Jawa Tengah 2020-2023. Seminar Nasional Official Statistics, 2025(1), 663–674. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2025i1.2555
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.