Analysis of Cross-Cultural Understanding on Leadership Style: A Case Study of Thai and Indonesian Cultures on PT ‘Tomyum’ Tbk

  • Tampubolon L
N/ACitations
Citations of this article
21Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Companies around the world have expanded their business overseas through globalization that eases the restrictions for the movement of resources between countries. These companies who operate their businesses overseas faces challenges to help them achieve their objectives. The skill needed for these challenges is called cross-cultural understanding and if the leaders who dealt with diverse cultures fail to implement it, conflict might occur. Thus, having a good cross-cultural understanding is useful to minimize unintended conflict and applying the right cross-cultural leadership style is also necessary. PT ‘Tomyum’ Tbk. is an animal feed company based in Jakarta who employed people from Indonesia and Thailand. This research aims to find out which leadership style the company implements by using the GLOBE study’s cross-cultural leadership style and the GLOBE study’s nine cultural dimensions, also the coping mechanism that company’s leaders use to deal with the cultural differences within the company. This research is a single case research using a qualitative method with in-depth interviews conducted towards the employees of PT ‘Tomyum’ Tbk. to collect the data. The findings of this research suggest that the company is implementing the team-oriented leadership style by having good in-group collectivism values and uncertainty avoidance and lack no cultural dimensions overall. The company also has the same goal as their employees and the Thai manager also learns how to speak Bahasa Indonesia to minimize communication problems when dealing with his subordinates.Perusahaan di seluruh dunia telah memperluas bisnis mereka ke luar negeri melalui globalisasi yang memudahkan pembatasan pergerakan sumber daya antar negara. Perusahaan-perusahaan yang mengoperasikan bisnis mereka di luar negeri menghadapi tantangan untuk membantu mereka mencapai tujuan mereka. Keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan ini disebut pemahaman lintas budaya, dan jika para pemimpin yang berurusan dengan beragam budaya gagal mengimplementasikannya, konflik dapat terjadi. Dengan demikian, memiliki pemahaman lintas budaya yang baik berguna untuk meminimalkan konflik yang tidak diinginkan dan menerapkan gaya kepemimpinan lintas budaya yang tepat juga diperlukan. PT ‘Tomyum’ Tbk. adalah perusahaan pakan ternak yang berbasis di Jakarta yang mempekerjakan orang-orang dari Indonesia dan Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang diterapkan perusahaan dengan menggunakan gaya kepemimpinan lintas budaya studi GLOBE dan sembilan dimensi budaya studi GLOBE, serta mekanisme koping yang digunakan pemimpin perusahaan untuk menghadapi perbedaan budaya di dalam perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam yang dilakukan terhadap karyawan PT ‘Tomyum’ Tbk. untuk mengumpulkan data. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan menerapkan gaya kepemimpinan berorientasi tim dengan memiliki nilai kolektivisme dalam kelompok yang baik dan penghindaran ketidakpastian dan tidak memiliki dimensi budaya secara keseluruhan. Perusahaan juga memiliki tujuan yang sama dengan karyawannya dan manajer Thailand juga belajar bagaimana berbicara Bahasa Indonesia untuk meminimalkan masalah komunikasi ketika berhadapan dengan bawahannya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tampubolon, L. H. (2024). Analysis of Cross-Cultural Understanding on Leadership Style: A Case Study of Thai and Indonesian Cultures on PT ‘Tomyum’ Tbk. Jurnal Manajemen Indonesia, 24(2). https://doi.org/10.25124/jmi.v24i2.5834

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free