Abstract
Konflik atas nama agama seringkali muncul dalam realitas sosial. Kondisi ini terjadi justru diawali oleh fanatisme yang berlebihan, yang kemudian merembet pada fundamentalisme. Konflik tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai agama belum diamalkan dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat, sehingga diperlukan adanya revitalisasi nilai-nilai agama. Sehingga konflik agama itu dapat diminimalisir. Oleh karena itu, setidaknya ada beberapa upaya untuk meminimaliser gejala tersebut dengan melakukan; Pertama,. Dialog Parlementer (Parliementary Dialogue). Kedua, Mediasi; Ketiga, Pendidikan Pluralisme; Keempat. Penegakan Hukum; dan Kelima, Pembinaan Etika (akhlak)
Cite
CITATION STYLE
Hanafi, I. (2018). AGAMA DALAM BAYANG-BAYANG FANATISME; Sebuah upaya Mengelola Konflik Agama. TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama, 10(1), 48. https://doi.org/10.24014/trs.v10i1.5720
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.