BEBAN ANGKUT, POSISI ANGKUT, MASA KERJA DAN UMUR DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA BONGKAR MUAT

  • Sulung N
N/ACitations
Citations of this article
186Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tenaga kerja bongkar muat (TKBM) merupakan salah satu bagian dari masyarakat pekerja perlu mendapat perhatian karena proses kerja yang mereka lakukan banyak mengandung resiko terhadap kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Beban Angkut, Posisi Angkut, Masa Kerja dan Umur dengan  Keluhan muskuloskeletal pada pekerja bongkar muat di Pelabuhan  Muara Padang. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan desain Cross Sectional Study . Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja bongkar muat di Pelabuhan Muara Padang sebanyak 60 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah total sampling . Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 60 responden terdapat (51,7%) beban angkut berat, (46,7%) posisi angkut, (53,3%) masa kerja beresiko, (51,7%) umur tua, (53,3%) keluhan muskuloskeletal pekerja bongkar muat berat. Beban angkut dengan p value 0,001 dan OR 7.547. Posisi angkut p value 0,000 dan OR 9.370. Masa kerja p value 0,020 dan OR 3.390. Umur p value 0,010 dan OR 4.644 berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja bongkar muat di Pelabuhan Muara Padang. Risiko MSDs meningkat seiring bertambahnya  usia dan  pekerja yang mengabaikan posisi angkut yang tidak benar. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara beban angkut, posisi angkut, masa kerja dan umur dengan keluhan muskuloskeletal di Pelabuhan Muara Padang.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sulung, N. (2016). BEBAN ANGKUT, POSISI ANGKUT, MASA KERJA DAN UMUR DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA BONGKAR MUAT. Jurnal Endurance, 1(2). https://doi.org/10.22216/jen.v1i2.950

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free