Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah Palangka Raya

  • Yumeri
  • Subagjo A
  • Sugiharto
N/ACitations
Citations of this article
85Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar matematika sebagian siswa di kelas VIII SMP Muhammadiyah Palangka Raya yang belum mencapai KKM, hal tersebut diduga karena kurangnya pola asuh yang diterapkan orang tua terhadap anak serta rendahnya motivasi belajar yang menyebabkan hasil belajar siswa kurang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Hubungan pola asuh orang tua dengan hasil belajar matematika, 2) Hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar matematika, 3) Hubungan pola asuh orang tua dan motivasi belajar dengan hasil belajar matematika.             Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Palangka Raya tahun ajaran 2020/2021 semester genap sebanyak 161 siswa. Sampel diambil sebanyak 127 siswa dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Namun, pada saat pengambilan data ada 6 siswa yang tidak mengisi data yang dibagikan sehingga sampel yang dianalisis sebanyak 121 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan tes. Sebelum digunakan, instrumen diuji coba terlebih dahulu pada siswa kelas VIII-1 dan VIII-4 SMP Negeri 2 Palangka Raya. Dari hasil uji coba diperoleh untuk angket pola asuh orang tua dari 40 pernyataan, 32 pernyataan valid dengan koefisien reliabilitas r11 = 0,92, sedangkan untuk angket motivasi belajar dari 35 pernyataan, 29 pernyataan valid dengan koefisien reliabilitas r11 = 0,94 dan untuk tes hasil belajar matematika dari 30 butir soal, 27 butir soal valid  dengan koefisien reliabilitas  r11 = 0,85.             Berdasarkan hasil uji normalitas data pola asuh orang tua diperoleh  X2hitung = 10,457, data motivasi belajar diperoleh X2hitung = 15,697 dan data hasil belajar matematika X2hitung = 6,427, dengan nilai X2tabel = 11,07. Setelah nilai-nilai X2hitung  dibandingkan dengan nilai X2tabel , maka data pola asuh orang tua dan hasil belajar matematika berdistribusi normal sedangkan data motivasi belajar tidak berdistribusi normal. Sehingga analisis yang digunakan adalah analisis non-parametrik yaitu uji korelasi peringkat Spearman. Dari hasil pengujian hipotesis, dapat disimpulkan: 1) Ada hubungan positif yang signifikan pola asuh orang tua dengan hasil belajar matematika siswa, koefisien korelasi rx1y > rtabel = 0,204 >  0,177; 2) Ada hubungan positif yang signifikan motivasi belajar dengan hasil belajar matematika siswa, koefisien korelasi  rx2y > rtabel = 0,196 > 0,177; 3) Ada hubungan positif yang signifikan pola asuh orang tua dan motivasi belajar dengan hasil belajar matematika siswa, koefisien korelasinya sebesar  Ryx1x2 = 0,275.   Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Matematika

Cite

CITATION STYLE

APA

Yumeri, Subagjo, A., & Sugiharto. (2022). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah Palangka Raya. Jurnal Pendidikan, 23(2), 140–154. https://doi.org/10.52850/jpn.v23i2.4449

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free