Abstract
Tajen Jangkrik terdiri dari dua kata, yaitu tajen yang berarti sabung, dan jangkrik merupakan serangga kecil yang bunyinya nyaring. Tajen Jangkrik merupakan karya seni karawitan Bali yang menggambarkan mengenai proses permainan judi adu jangkrik. Karya ini mengangkat fenomena pemuda serta orang tua di Bali zaman dulu atau sekarang, khususnya di Desa Kesiman yang memainkan adu jangkrik untuk berjudi atau taruhan. Karya ini akan diwujudkan ke dalam bentuk karya karawitan inovatif dengan media ungkap Gamelan Semarandana dan Gamelan Selonding. Adapun permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimana cara mentransformasikan ide adu jangkrik ke dalam dua barungan gamelan Bali, yaitu Semarandana dan Selonding. Tujuan dari penciptaan karya ini adalah sebagai kritikan melalui karya seni karawitan Bali kepada masyarakat bahwa permainan judi ini tidak baik dilakukan, dapat merugikan diri sendiri karena adanya taruhan dan merugikan makhluk hidup yang digunakan sebagai sarana permainan. Metode yang digunakan pada proses penciptaan karya adalah metode penciptaan dari Alma M. Hawkins dengan tiga tahap di dalamnya, yaitu tahap penjajagan, tahap percobaan dan tahap pembentukan. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah bagaimana cara penata dalam menggabungkan dua barungan gamelan dengan teknik, bahan dan karateristik yang berbeda menjadi satu karya utuh. Dari rekomendasi tersebut semoga bisa menjadi inspirasi sebagai acuan untuk karya selanjutnya. Kata kunci: Tajen, Jangkrik, Inovatif, Semarandana, Selonding
Cite
CITATION STYLE
Wiguna, I. W. S., & Sudirga, I. K. (2022). Music Composition Tajen Jangkrik | Komposisi Musik Tajen Jangkrik. GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan, 2(3), 209–216. https://doi.org/10.59997/jurnalsenikarawitan.v2i3.1169
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.