Status Pendidikan Agama Islam (PAI) Sebagai Ilmu Pengetahuan, Sebuah Tinjauan Epistemologis

  • Jamaludin J
N/ACitations
Citations of this article
62Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Salah satu persoalan dalam penerapan metode saintifik (scientific method) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah terkait dengan isu epistemologi keilmuan. PAI dianggap lebih bersifat keimanan (belief) ketimbang fakta empirik yang menjadi lokus penerapan penerapan metode saintifik. Sebagian ahli dan praktisi pendidikan, termasuk pendidikan Islam, memandang bahwa penerapan metode saintifik dalam pembelajaran PAI tidak relevan dan bisa menimbulkan persoalan. Tulisa ini coba menunjukkan bahwa PAI memiliki basis epistemologis yang kuat dan memenuhi semua syarat sebagai ilmu pengetahuan. Kriteria-kriteria ilmiah sebuah ilmu seperti disodorkan Mannheim (1954), Gadamer (1990), dan Prunckun (2010) terpenuhi secara utuh. Lebih jauh tulisan ini juga coba menganalisa dimensi-dimensi pengetahuan PAI dalam perspektif taksonomi Bloom (1955; Anderson, 2001) yang menjadi rujukan utama pengembangan kurikulum nasional pada semua mata pelajaran termasuk PAI.

Cite

CITATION STYLE

APA

Jamaludin, J. (2023). Status Pendidikan Agama Islam (PAI) Sebagai Ilmu Pengetahuan, Sebuah Tinjauan Epistemologis. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(1b), 492–499. https://doi.org/10.29303/jipp.v8i1b.1134

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free