MENJAGA LINGKUNGAN ALAM MELALUI KARYA SASTRA: CERITA RAKYAT YOGYAKARTA

  • Nurweni Sapawuryandari
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Isu mengenai lingkungan hidup menjadi salah satu tema dari nilai kemanusiaan dalam karya sastra. Manusia memerlukan sastra sebagai media ekspresi. Sastra memerlukan lingkungan sebagai sumber ekspresi dan inspirasi. Dengan begitu, sastra dapat dijadikan sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan pesan tentang alam dan lingkungan. Berkaitan dengan itu, sebagai karya sastra, cerita rakyat Yogyakarta, seperti “Asal Usul Gajah Wong”. “Kiai Jegot”, “Makam Giriganda”, dan “Dewi Sri mengungkapkan hubungan antara manusia dan lingkungan alam, yang pada akhirnya dari cerita tersebut memberikan pesan atau wawasan. Tulisan ini mengungkapkan bagaimana peran sastra, terutama cerita rakyat Yogyakarta mengungkapkan gagasan bernuansa lingkungan hidup, seperti lingkungan alam sekitar, termasuk pelestarian dan pemeliharan hutan (pohon atau tumbuh-tumbuhan), sungai, dan alam sekitar. Selain itu juga untuk mengetahui bagaimana kendala akibat perusakan dan solusi menjaga lingkungan alam. Segala tindakan yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan harus dicegah agar tidak menganggu keseimbangan alam. Karena itu, perlu direvitalisasi cerita rakyat untuk menguatkan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya, termasuk kearifan ekologis.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nurweni Sapawuryandari. (2023). MENJAGA LINGKUNGAN ALAM MELALUI KARYA SASTRA: CERITA RAKYAT YOGYAKARTA. In Sastra dan Ekologi. Penerbit BRIN. https://doi.org/10.55981/brin.304.c594

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free