Abstract
Penelitian ini mencoba mengkaji bagaimana bahasa melayu diterima dalam masyarakat Aceh yang digunakan sebagai bahasa kerajaan dan sebagai bahasa internasional bahkan sebagai Lingua Pranca dalam masyarakat Aceh. Tujuan utama penulisan ini adalah untuk melihat pengaruh Hikayat Raja Pasai pada kemunculan bahasa melayu dalam kehidupan masyarakat Aceh pada masa itu, yang dikaji dengan menggunakan perspektif interkulturalisme. Interkulturalisme berbicara tentang dua atau lebih sebuah budaya yang saling berhadapan. Interaksinya berupa reaksi dan respon terhadap hadirnya budaya yang lain. Jadi interkulturalisme lebih mengacu pada munculnya pengaruh budaya luar dalam salah satu budaya lokal .
Cite
CITATION STYLE
Istiqamatunnisak, I. (2018). INTERKULTURALISME BAHASA MELAYU DALAM HIKAYAT RAJA- RAJA PASAI. Ar Raniry : International Journal of Islamic Studies, 4(2), 359. https://doi.org/10.20859/jar.v4i2.147
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.