APIKASI PEMANDU MUSEUM GUNUNGAPI MERAPI (MGM) DENGAN KONSEP LAYANAN BERBASIS LOKASI DALAM RUANGAN MENGGUNAKAN QR CODE

  • Rais A
  • Yuliansyah H
N/ACitations
Citations of this article
30Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak Museum Gunungapi Merapi (MGM) merupakan wahana wisata yang dirancang sebagai wahana edukasi konservasi yang berkelanjutan serta pengembangan ilmu kebencanaan gunung api, gempa bumi, dan bencana alam lainnya. Terbatasnya media informasi yang terdapat di Museum Gunungapi Merapi menyebabkan pengunjung mengalami kesulitan dalam memahami informasi dan ditambah lagi perlu adanya tour guide untuk mendapatkan informasi lebih tentunya dengan berbagai keterbatasan, sehingga perlu dikembangkan aplikasi yang dapat membantu pengunjung untuk memudahkan akses informasi di lingkungan Museum Gunungapi Merapi. Penelitian ini menggunakan model proses pengembangan sistem Waterfall diawali dengan tahap analisis definisi persyaratan yaitu analisis kebutuhan. Dilanjutkan dengan tahap perancangan sistem dan perangkat lunak yaitu perancangan proses dan perancangan interface. Kemudian Implementasi sistem menggunakan ADT dan CodeIgniter. Pengujian yang dilakukan pada aplikasi menggunakan metode black box test, dan pengujian kecepatan pemindaian QR Code. Hasil dari penelitian yang dilakukan menghasilkan sebuah aplikasi MGM Apps (frontend) yang digunakan pengunjung untuk mengakses informasi dengan melakukan pemindaian QR Code dan Web Administrator MGM (backend) digunakan oleh pengelola museum untuk mengelola informasi. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukan bahwa aplikasi layak dan dapat digunakan. 1. PENDAHULUAN Museum Gunungapi Merapi (MGM) merupakan wahana wisata yang dirancang sebagai wahana edukasi konservasi yang berkelanjutan serta pengembangan ilmu kebencanaan gunung api, gempa bumi, dan bencana alam lainnya. Museum ini diresmikan pada tanggal 1 Oktober 2009 oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Purnomo Yusgiantoro [1]. MGM merupakan Museum yang terletak di Dusun Banteng, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman. Museum ini memiliki sejumlah penginggalan akibat dari erupsi Gunung Merapi. Dari beberapa benda-benda koleksi yang ada didalam museum merupakan bukti nyata dari erupsi merapi. Museum Gunungapi Merapi terbagi menjadi empat lantai. Koleksi yang ada pada museum sudah dirancang sedemikian rupa berdasarkan dengan alur cerita, alur proses peristiwa sejak tahun sebelum, sesudah terjadinya merapi dan perkembangan sampai sekarang. Pengelolaan benda-benda koleksi yang ada akan selalu terus diperbahrui karena Gunungi Merapi setiap dekade mengalami erupsi sehinga pasti muncul perubahan-perubahan yang harus di informasikan sebagai media koleksi yang dimiliki MGM, termasuk pemutaran mini theater yang menjelaskan tentang perkembangan kondisi merapi yang dipantau dari masa lalu sampai dengan sekarang. Akan tetapi informasi mengenai benda-benda koleksi museum terbatas dan pengunjung masih belum mampu untuk mengolah informasi karena penggunaan papan informasi masih sangat terbatas tidak semua benda-benda koleksi museum memiliki papan informasi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rais, A., & Yuliansyah, H. (2015). APIKASI PEMANDU MUSEUM GUNUNGAPI MERAPI (MGM) DENGAN KONSEP LAYANAN BERBASIS LOKASI DALAM RUANGAN MENGGUNAKAN QR CODE. Jurnal Informatika, 9(2). https://doi.org/10.26555/jifo.v9i2.a2964

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free