Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggali fenomena Fear of Missing Out (FoMO) di kalangan mahasiswa pengguna media sosial di Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, khususnya untuk angkatan 2021, 2022, dan 2023. Dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 376 mahasiswa sebagai populasi, dan 183 mahasiswa dipilih sebagai sampel melalui teknik proposional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket FoMO yang telah melalui proses validasi dan reliabilitas oleh para ahli. Hasil analisis menunjukkan bahwa 48,6% mahasiswa berada pada kategori tinggi dalam pengalaman FoMO. Secara khusus, indikator kekhawatiran memiliki rata-rata 30,4 dengan persentase 61,58%, dan standar deviasi 7,291, yang menunjukkan bahwa mahasiswa sangat khawatir akan kehilangan informasi atau pengalaman penting. Selain itu, indikator ketakutan mencatat rata-rata 20,70 dengan persentase 59,19% dan standar deviasi 4,580, mengindikasikan tingkat ketakutan yang sedang. Sementara itu, indikator kecemasan menunjukkan rata-rata 12,36 dengan persentase 61,80% dan standar deviasi 3,083, menempatkan kecemasan pada kategori tinggi. Temuan ini menyoroti pentingnya memahami dampak FoMO di kalangan mahasiswa, yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan perilaku sosial mereka.
Cite
CITATION STYLE
Rindia Septa Kurnia, M. Arif, Yeni Afrida, & Sri Hartati. (2024). FENOMENA FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING UIN SJECH M. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI. An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 345–351. https://doi.org/10.51806/an-nahdlah.v4i2.263
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.