HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI WILAYAH PUSKESMAS MADISING NA MARIO KOTA PAREPARE

  • Indah Pratiwi
  • Haniarti
  • Herlina Muin
N/ACitations
Citations of this article
60Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Status gizi dikatakan baik bila pola makan kita seimbang. Artinya, asupan, frekuensi dan jenis makanan yang dikomsumsi harus sesuai dengan kebutuhan tubuh. Menurut World Health Organization Quality of Life (WHOQOL), Kualitas Hidup adalah kondisi fungsional lansia yang meliputi Kesehatan fisik, kesehatan psikologis, hubungan sosial, dan hubungan lingkungan.Tujuan penelitian ini untuk menunjukkan adakah hubungan status gizi dengan kualitas hidup lansia di tinjau dari kesehatan fisik, kesehatan psikologis, kondisi sosial, kondisi lingkungan di Wilayah Kerja Puskesmas Madising Na Mario Kota Pare – Pare. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik dengan pendekatan cross sectional study. Peneliti mengidentifikasi melalui obeservasional dengan menggunakan kuesioner pada sampel, dimana sampel dalam penelitian ini sebanyak 89 orang. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square melalui SPSS Versi 24.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kesehatan fisik (0,009<0,05), tidak ada hubungan kesehatan psikologis (0,450>0,05), ada hubungan kondisi sosial (0,014<0,05), tidak hubungan kondisi lingkungan (0,241>0,05) dengan status gizi lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Madising Na Mario Kota Parepare

Cite

CITATION STYLE

APA

Indah Pratiwi, Haniarti, & Herlina Muin. (2019). HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI WILAYAH PUSKESMAS MADISING NA MARIO KOTA PAREPARE. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 2(1), 128–140. https://doi.org/10.31850/makes.v2i1.130

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free