Abstract
Abstract. Climate change is a global issue that not only impacts the environment, but also the psychological aspects of individuals, one of which is through climate change anxiety. Although associated with psychological distress, this anxiety is also related to pro-environmental behavior. This study aims to examine the relationship between climate change anxiety and pro-environmental behavior among university students whose majors are relevant to the environment in Bandung. This study used a quantitative approach with a correlational design. The research sample consisted of 134 respondents obtained using the convenience sampling technique. The instruments used in this study were the Climate Change Anxiety Scale (CCAS) developed by Clayton and Karazsia (2020) and adapted into Indonesian by Suciana (2024), as well as the General Ecological Behavior Scale (GEB) developed by Kaiser (1998) and modified by Bronfman et al. (2015), which was also adapted into Indonesian by Arlinkasari et al. (2018). The results of this study indicate that there is a significant positive relationship between climate change anxiety and pro-environmental behavior, with a significance level of 0.000 (p < 0.05) and a correlation coefficient of 0.588. This finding implies that the higher an individual's climate change anxiety, the higher their tendency to engage in pro-environmental behavior. Abstrak. Perubahan iklim merupakan isu global yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada aspek psikologis individu, salah satunya melalui kecemasan perubahan iklim. Meskipun terkait dengan tekanan psikologis, kekhawatiran seperti ini juga terkait dengan perilaku pro-lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kecemasan perubahan iklim dan perilaku pro-lingkungan pada mahasiswa yang jurusannya relevan dengan lingkungan di Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 134 responden yang didapatkan melalui teknik convenience sampling. Instrumen penelitian meliputi Climate Change Anxiety Scale (CCAS) yang dikembangkan oleh Clayton dan Karazsia (2020) dan telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Suciana (2024), serta skala General Ecological Behavior Scale (GEB) yang dikembangkan oleh Kaiser (1998) dan dimodifikasi oleh Bronfman et al. (2015) juga telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Arlinkasari et al. (2018). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecemasan perubahan iklim dan perilaku pro-lingkungan dengan signifikansi sebesar 0.000 (p< 0.05) dan koefisien korelasi sebesar 0.588. Artinya, semakin tinggi kecemasan perubahan iklim yang dimiliki individu, maka semakin tinggi pula kecenderungan individu tersebut untuk melakukan perilaku pro-lingkungan.
Cite
CITATION STYLE
Anggita Oktavianur, & Milda Yanuvianti. (2025). Hubungan Kecemasan Perubahan Iklim dan Perilaku Pro-Lingkungan pada Mahasiswa di Bandung. Bandung Conference Series: Psychology Science, 5(1), 693–702. https://doi.org/10.29313/bcsps.v5i1.17008
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.