Abstract
Studi ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberdayaan psikologis terhadap intensi turnover yang dimediasi oleh keterikatan kerja pada karyawan Milenial di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional study yang melibatkan 99 karyawan Milenial di Indonesia. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling dengan membagikan kueisoner secara online. Analisis mediasi Hayes digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan psikologis berpengaruh terhadap intensi turnover dengan dimediasi oleh keterikatan kerja (F(2,96)= 10.5924, p=0.0001). Secara lebih lanjut diketahui bahwa regresi bernilai positif pada pengaruh pemberdayaan psikologis terhadap keterikatan kerja (β = 0.63, SE= 0.08, p = .001), dan bernilai negatif pada intensi turnover (β= -0.19, SE= 0.06, p= .0016). Artinya semakin tinggi pemberdayaan psikologis yang dirasakan karyawan maka akan meningkatkan keterikatan kerja karyawan, dan pada gilirinnya akan menurunkan intensi karyawan untuk keluar dari pekerjaannya. Impilkasi dari penelitian ini secara terperinci akan dibahas lebih lanjut.
Cite
CITATION STYLE
Qatrunnada, R. Z. (2023). Pemberdayaan Psikologis dan Intensi Turnover Karyawan Milenial di Indonesia: Peran Keterikatan Kerja sebagai Mediator. Psychopreneur Journal, 7(2), 79–88. https://doi.org/10.37715/psy.v7i2.3611
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.